TANTANG TIONGKOK DI FINAL
JAKARTA – Target semifinal yang dipatok Tim Uber Indonesia telah terlampaui. Bahkan, Maria Kristin dkk sukses melangkah ke final untuk menantang Tiongkok besok.
Tiket tersebut dituai setelah Indonesia mengandaskan Jerman dengan skor 3-1 pada laga semifinal yang dilaksanakan di Istana Olahraga (Istora) Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, tadi malam.
Sayang, Maria Kristin yang bertindak sebagai tunggal pertama Tim Uber gagal menyumbangkan poin bagi Indonesia. Pebulu tangkis asal PB Djarum Kudus tersebut dikandaskan Xu Huaiwen 20-22, 15-21.
“Saya memang kalah kelas. Peringkat dia lebih tinggi. Defense sangat bagus, begitu pula langkah kaki,” ujar Maria usai pertandingan.
Sebenarnya, kata dia, pelatih Marleve Mainaky telah menginstruksikan bermain reli agar bisa menghambat Xu yang kini bertengger di peringkat ketujuh dunia itu. Namun, Xu tetap mampu menanggulangi permainan Maria.
Tertinggal 0-1 tak membuat srikandi Merah Putih patah semangat. Tim Uber Indonesia berhasil membalikkan keadaan melalui kemenangan tunggal kedua Adriyanti Firdasari. Firda -sapaan karib Adriyanti Firdasari- mengalahkan Julianne Schenk 21-16, 22-20. “Memang tadi agak panik. Tapi, sekarang sudah lebih tenang daripada hari pertama,” ungkap Firda.
Koleksi poin Merah Putih semakin bertambah berkat kemenangan Jo Novita/Greysia Polii atas pasangan Jerman Birgit Overzier/Kathrin Piotrowski 21-9, 21-13.
Untuk kali kedua, Pia Zebadiah menjadi penyelamat Indonesia dalam even beregu. Sebelumnya, dia menjadi penentu kemenangan pada SEA Games XXIV/2007 Nakhon Ratchasima, Desember lalu.
Pada semifinal kemarin, Pia mengandaskan Karin Schnaase dua game langsung 21-7, 21-16. “Pia adalah pemain cerdas. Dia mengingatkan kita kepada Mia Audina,” jelas Susi Susanti, manajer Tim Uber Indonesia.
Menghadapi Tiongkok, peraih emas Olimpiade Barcelona 1992 tersebut tak mau banyak sesumbar. Sebab, materi pebulu tangkis Negeri Panda itu masih lebih baik dibandingkan Indonesia. Buktinya, pebulu tangkis Tiongkok mendominasi papan atas dunia, baik tunggal maupun ganda. “Tapi, tidak ada yang tidak mungkin. Melawan Belanda babak perempat final, Tiongkok hanya menang tipis 3-2,” ungkap Susi.
Selain itu, tim Tiongkok didominasi punggawa muda, sehingga belum terlalu stabil. Terutama saat melewati kondisi kritis.
Sementara itu, kekalahan dari Indonesia tak membuat kubu Jerman kecewa. Sebaliknya, kepala pelatih Detlef Poste memuji anak asuhnya. “Kami cukup bangga dengan perjuangan para pemain. Sebagai negara yang tidak memiliki tradisi bulu tangkis, bisa mencapai
semifinal merupakan hasil di luar dugaan,” ungkapnya.
Apalagi, pencapaian itu merupakan yang kedua bagi Jerman. Torehan serupa berhasil dicatatkan Jerman pada Piala Uber 2006 di Jepang. “Para pemain Indonesia bermain sangat bagus. Saya tidak mengira Firdasari bisa bermain begitu bagus,” ujarnya.
Detlef juga tak menampik strategi yang dia terapkan untuk memasang ganda kedua Birgit/Katrhin menjadi keputusan yang kurang tepat. “Ternyata ganda kedua Indonesia juga sangat bagus,” tegasnya. (vem/pen)
SOURCE : JAWA POS
